Keren !!, Tim Tari SMAN 2 Batu Juara 2 MSL Fest Nasional 2025

Tim Tari SMA Negeri 2 Batu saat menampilkan Tari Asmara Putri Kirana di ajang MSL Fest Nasional 2025 dan berhasil meraih juara 2 nasional.

KOTA BATU, SMAN 2 BATU- Tim tari SMA Negeri 2 Batu berhasil meraih juara 2 di ajang MSL Fest Nasional 2025 yang digelar UKM Melati Sekar Langit UNISMA, Minggu (14/9/25) di MCC Malang.

“Alhamdulillah, prestasi ini merupakan buah semangat, ketekunan, dan disiplin anak didik kami dalam berlatih dan terus berlatih. Semoga ke depannya lebih baik lagi,” ungkap Tisha Devi Kusuma, pembina tari SMA Negeri 2 Batu, Minggu (14/9/25) malam.

Diungkapkan, tarian yang dibawakan tim tari SMA Negeri 2 Batu yakni Tari Asmara Putri Kirana. Tarian ini bukan hasil kreasi sendiri melainkan tari yang sudah ada namun dibawakan dan dikembangkan lagi dengan pola yang lebih menarik.

Tari Asmara Putri Kirana sendiri merupakan tari kreasi baru yang menceritakan tentang sebuah kisah legenda asmara seorang putri bernama Putri Kirana yang konon hidup di Candipuro Lumajang. Sang putri menjalin cinta dengan seorang pemuda bernama Maling Aguno, namun cinta mereka berdua terhalang restu sang Ibu dari sang Putri Kirana yang berakhir dengan pertarungan antara sang ibu dengan Maling Aguno, namun naas sang ibu harus terenggut nyawanya di tangan putrinya sendiri.

Kepala SMA Negeri 2 Batu, Wartono, S.Pd. S.IP, M.Pd mengaku bangga dan senang atas prestasi yang diraih tim tari SMA Negeri 2 Batu. Menurutnya keberhasilan tersebut berkat tekad dan perjuangan yang sungguh-sungguh dari anak-anak yang tergabung di ekstrakurikuler tari.

“Alhamdulillah. Saya sangat bahagia dan bangga atas semangat dan perjuangan anak anak ekstrakulikuler tari yang dilatih oleh guru seni tari sehingga bisa meraih yang terbaik dalam event MS Fest tingkat nasional,” ujarnya.

Dijelaskan, pihak sekolah akan terus berkomitmen untuk tetap memberi keleluasaan kepada para siswa agar bisa mengembangkan potensinya baik akademik maupun non akademik. Salah satu program yang akan dilakukan yakni membuka 28 jenis pilihan ekstrakurikuler akademik (matpel pelajaran) maupun non akademik (seni, olah raga, PMR, Pramuka, baca tulis alquran dan sebagainya).

“Tujuan akhirnya selain meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta keimanan dan ketakwaan, juga membuat para siswa sehat jasmani dan rohaninya,” terangnya. (Pewarta: Agus Salimullah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *