
Azril Dava, siswa kelas XII-9 SMAN 2 Batu (sebelah kiri) berfoto bersama rekan satu timnya usai meraih peringkat 3 di Sirkuit Nasional Premier PBSI 2025 di Jakarta.
JAKARTA, SMAN 2 BATU- Azril Dava Ghifari kelas XII-9 SMAN 2 Batu meraih peringkat 3 di Sirkuit Nasional (Sirnas) PREMIER Jakarta. Sirkuit Nasional (Sirnas) PBSI 2025 resmi ditutup oleh Ketua Umum PP PBSI Komjen. Pol. Dr. H. Mohammad Fadil Imran, M.Si di Gelanggang Remaja Tanjung Priuk, Sunter, Jakarta Utara, Sabtu (7/12/2025).
Sirnas diikuti sekitar 739 atlet bulutangkis dari 183 klub dengan 26 kelompok junior hingga senior. Sirnas merupakan ajang bergengsi Wondr by BNI Sirnas Premier PBSI 2025 setelah bergulir di 10 kota. Kejuaraan yang menjadi ajang pembuktian siapa yang terbaik ini berakhir di Gelanggang Remaja Tanjung Priuk, Sunter, Jakarta Utara, 1-6 Desember 2025.
Sirnas Premier PBSI 2025 hanya diperuntukkan bagi pebulutangkis yang memiliki ranking terbaik nasional. Di setiap nomor yang dipertandingkan tersebut masing-masing hanya diikuti 32 pemain atau pasangan.

Ketua Umum KONI DKI Jakarta Prof DR. Hidayat Humaid, M.Pd yang menghadiri penutupan mengatakan, Sirnas menjadi ajang pembuktian para atlet untuk menunjukan performa dan menambah jam terbang bertanding.
“Selamat kepada para atlet yang meraih juara. Sirnas ini menjadi momen untuk menambah jam terbang para atlet,” tegas profesor olahraga yang biasa disapa Dayat ini.
Hadir dalam penutupan tersebut Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI DKI Jakarta saat ini adalah Alex Tirta, perwakilan Dispora DKI Jakarta dan Sekjen PBSI Ricky Soebagdja serta seluruh pengurus PBSI tingkat kota yakni Jaksel, Jaktim, Jaksel, Jakpus dan Jakut.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Penyelenggara, Yuan Kartika Putri mengatakan kualitas peserta yang relatif merata menjadikan turnamen nasional ini berkelas.
Kepala SMAN 2 Batu, Wartono, S.Pd. S.IP., M.Pd. mengaku bangga atas prestasi yang diraih salah satu siswa terbaiknya ini. Pihaknya berharap, prestasi Azril Dava terus bisa ditingkatkan hingga meraih prestasi terbaiknya. “Ya, semoga ke depannya prestasinya terus meningkat sehingga menjadi contoh dan motivasi bagi adik-adik kelasnya di sekolah,” harap Wartono, yang juga mantan Kepala SMAN 1 Pronojiwo, Lumajang. (Pewarta: Agus Salimullah)
