
Dr. Luluk Dwi Kumalasari, M.Si, dosen Ilmu Sosiologi UMM saat menyampaikan materi realitas kesehatan mental di tengah gempuran perubahan yang berlangsung di Masjid Maal Abror SMAN 2 Batu, Selasa (3/3/26).
KOTA BATU, SMAN 2 BATU- Dalam rangka penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan keagamaan bagi para pelajar, SMA Negeri 2 Batu menggelar pondok Ramadan bertempat di masjid Maal Abror dan aula sekolah setempat. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari mulai Selasa (3/3/26) hingga Kamis (5/3/26) yang diikuti siswa kelas X, XI, dan XII.
Pondok Ramadan di SMAN 2 Batu diwarnai beberapa kegiatan, yakni sholat dhuha, tadarus Alquran, materi kesehatan, materi psikologis, dan materi fiqih. Selain itu ada lomba Tartil Alquran dan kaligrafi. Di hari pertama, peserta Pondok Ramadan diisi oleh murid kelas XII, hari kedua kelas XI, dan hari ketiga kelas X.
Dua pemateri yang tampil di hari pertama yakni dr. Muhammad Mufid, dokter Puskesmas Bumiaji yang menyampaikan materi puasa sebagai pengoptimal metabolisme tubuh. Sedangkan Dr Luluk Dwi Kumalasari, M.Si, dosen Ilmu Sosiologi UMM menyampaikan materi realitas kesehatan mental di tengah gempuran perubahan. Selain itu Syarif Hidayatullah, M,Ag dari Kemenag Kota Batu menyampaikan materi fiqih (toharoh dan salat).

Peserta putri kelas XII saat mendengarkan pemaparan materi puasa sebagai pengoptimal metabolisme tubuh yang disampaikan dr. Muhammad Mufid, dokter Puskesmas Bumiaji, Kota Batu.
Sementara itu, Kepala SMAN 2 Batu, Wartono, S.Pd.S.IP.M.Pd mengapresiasi kegiatan ini sebagai hal yang positif. Dia berharap kepada seluruh peserta agar kegiatan ini bisa diikuti dengan penuh sukacita dan keikhlasan.
“Ya, saya berharap momen ini bisa diikuti dengan suka cita dan penuh keikhlasan serta ilmu yang telah diperoleh bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Mantan Kepala SMAN 1 Pronojiwo Lumajang ini juga mengingatkan para peserta Pondok Ramadan agar memanfaatkan momen bulan suci ini untuk meningkatkan amal ibadah, salah satunya dengan memperbanyak membaca Alquran. “Saya mohon, manfaatkan momen bulan suci ini dengan memperbanyak ibadah. Salah satunya dengan membaca Alquran,” harapnya.
Bagaimana dengan siswa nonmuslim? mereka juga melaksanakan kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di kelas. Seperti halnya murid yang beragama Kristen. Mereka melaksanakan kegiatan keagaamaan dengan mendengarkan khutbah Firman Tuhan, diskusi kelompok, refleksi kelompok dan membuat resume hasil diskusi. Demikian juga dengan murid yang beragama Buddha. Mereka melakukan kegiatan Puja Bhakti, mencari informasi mengenai puasa dalam pandangan agama Buddha, diskusi, membuat resume dan refleksi diri. Tema kegiatan Pondok Ramadan tahun ini mengangkat tema menata hati dan akhlak pelajar serta menumbuhkan jiwa sosial di bulan suci Ramadan. (Gus Lim)
