Machfud Efendi Kupas Materi Puasa dan Kesehatan Mental di Pondok Ramadan SMAN 2 Batu

Machfud Efendi, S.Ag., M.Pd., Pengawas MTs Kankemenag Kota Batu saat menyampaikan materi puasa dan kesehatan mental di hadapan siswa kelas X di Masjid Ma’al Abror, Kamis (5/3/26).

SMAN 2 BATU- Hari ketiga pelaksanaan Pondok Ramadan di SMAN 2 Batu diisi materi puasa dan kesehatan mental yang disampaikan Machfud Efendi, S.Ag., M.Pd., pengawas MTs Kantor Kemenag Kota Batu, Kamis (5/3/26). Dalam paparan materinya, mantan guru agama Islam SMAN 2 Batu itu mengungkapkan ada beberapa manfaat puasa dikaitkan dengan kesehatan mental.

Pertama, bisa Mengurangi Stres. Melansir laman Universitas Gadjah Mada “Discovering the Advantages of Fasting for Mental Health”, ternyata puasa membantu menghilangkan stres. Menurut Psikiater yang juga Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Psikiatri FK KMK UGM, puasa memiliki efek langsung dalam menghilangkan stres. 

Menurutnya, saat berpuasa orang cenderung membuat jadwal makan yang lebih baik. Konsumsi makanan yang diatur juga memengaruhi cara berpikir menjadi lebih teratur.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa menurunkan tingkat makan, termasuk sejumlah karbohidrat, lemak, selama beberapa minggu, dapat meningkatkan kemampuan berpikir. “Nah menurut pakar di atas, jika kita berpikir dengan baik, emosi kita akan terkontrol dengan lebih baik. Nah, hal inilah yang dapat membantu mengurangi stres,” ujarnya.

Kedua, bisa Meningkatkan Suasana Hati. Selain mengurangi stres, puasa juga dapat meningkatkan suasana hati. Penelitian di Journal of Nutrition Health & Aging, menemukan bahwa setelah 3 bulan puasa intermiten, peserta studi melaporkan suasana hati yang membaik. Tak cuma itu saja, mereka juga merasakan penurunan ketegangan, kemarahan, dan kebingungan. 

Ketiga, bisa Meningkatkan Memori. Menurut sebuah penelitian di Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, membatasi jam makan seperti puasa telah terbukti secara signifikan dapat meningkatkan daya ingat.

Dalam studi tersebut, setelah subjek penelitian melakukan empat minggu puasa intermiten, kinerja pada tugas perencanaan tata ruang dan memori kerja meningkat secara signifikan. Di samping itu, penelitian tambahan pada hewan telah menemukan bahwa puasa intermiten meningkatkan pembelajaran dan daya ingat.

Keempat, bisa Menjauhkan Diri dari Kebiasaan Negatif. Puasa di bulan Ramadlan bertujuan untuk beribadah dan meningkatkan akhlak serta kebiasaan yang baik. Ibadah ini bukan cuma menahan diri dari rasa lapar dan haus saja. Puasa di bulan Ramadlan juga dapat membantu untuk menjauhkan diri dari keburukan dan kebiasaan negatif. Contohnya seperti marah, berdebat, berkelahi, atau bernafsu. (Gus Lim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *