KOTA BATU- Kegiatan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Goes to School yang berlangsung di Aula SMAN 2 Batu, Jumat (31/7/26) berlangsung semarak.FKUB Goes to School mengangkat tema tentang pemimpin masa depan: Merawat kebhinekaan sejak sekolah, Jaga toleransi, dan kerukunan di sekolah.
Ketua FKUB Kota Batu, Mokhamad Ruba’i mengatakan, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi dimana Kerukunan umat beragama merupakan bagian penting dari
kerukunan nasional, sehingga pemeliharaan kerukunan umat beragama menjadi tanggung jawab masyarakat serta pemerintah (mulai dari tingkat daerah hingga pusat).”Sekolah merupakan rumah toleransi yang lebih siap melahirkan pemimpin masa depan,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti puluhan siswa SMAN 2 Batu bertempat di Aula sekolah, Jumat (31/7/26). Selain dihadiri tenaga pendidik, termasuk kepala SMAN 2 Batu, Wartono, S.Pd. S.IP. M.Pd., hadir pula tokoh lintas agama yang ada di Kota Batu.

Dijelaskan, tujuan kegiatan ini yaitu, pertama, persatuan dan Integrasi Bangsa Memperkuat persatuan dan integrasi bangsa serta merawat nilai-nilai Pancasila, UUD 45, etika dan budaya nusantara dalam kehidupan sehari-hari.Kedua, pembekalan dan penguatan identitas dan jati diri generasi muda terkait visi, misi, orientasi, karakter dan harapan sebagai motor penggerak toleransi dalam keberagaman.
Dalam kegiatan ini, ada beberapa materi yang disampaikan, diantaranya tentang moderasi beragama. Secara definisi, moderasi beragama merupakan cara pandang, sikap, dan perilaku beragama secara moderat (jalan tengah). Wujud Nyata dari moderasi beragama yakni memahami serta mempraktikkan ajaran agama secara seimbang, tidak ekstrim kanan (radikal) maupun ekstrim kiri (mengabaikan aturan agama) dalam kehidupan sehari-hari.

“Untuk mewujudkan hal itu maka perlu ada pembekalan dan penguatan nilai-nilai kebersamaan dan toleransi, tersedianya ruang untuk saling berinteraksi menjadi kunci penguatan toleransi dan kebersamaan, saling mengenal, membangun ruang untuk memahami satu sama lain, saling sharing berbagi pengalaman dan cerita secara terbuka, Saling Belajar bersama untuk memperkuat toleransi, dan melayani kebutuhan komunitas dengan empati,” terangnya. (asa)
