Sukseskan Program SIKAP, Siswa dan Guru SMAN 2 Batu Tebar Benih Ikan dan Tanam Sayuran di Sekolah

Guru dan siswa menata tanaman sayur kangkung di tempat yang telah disediakan sekolah. Diharapkan siswa bisa merawat tanaman yang sudah ada hingga saat panen tiba.

KOTA BATU, SMAN 2 BATU- Dalam rangka mendukung pelaksanaan Program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan) Tahun 2026, SMAN 2 Batu melaksanakan kegiatan menanam sayur dan menabur benih ikan di lingkungan sekolah, Minggu (25/1/26) siang. Kegiatan ini merupakan Program Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang dilaksanakan serentak secara hybrid bersama Ibu Gubernur Jawa Timur dan secara luring yang dilaksanakan di SMKN 1 Plosoklaten Kabupaten Kediri.

Benih ikan yang akan dibudidayakan di SMAN 2 Batu yakni Ikan Lele dan Nila. Sedangkan sayuran yang ditanam antara lain kangkung, kacang panjang, kol, labu kuning, sawi, bawang pre, tomat, ketela rambat, dan lombok.

Kepala SMAN 2 Batu, Wartono, S.Pd. S.IP. M.Pd mengapresiasi dan mendukung penuh program SIKAP yang diprogramkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Menurutnya program ini sangat bagus dan sejalan dengan Program Adiwiyata di SMAN 2 Batu.

“Ya, kami sangat mendukung program ini karena sejalan dengan program Adiwiyata di sekolah. Dimana salah satunya ada segmen tanaman budidaya khususnya tanaman palawija,” ujarnya, Minggu (25/1/26).

Kepala SMAN 2 Batu, Wartono, S.Pd. S.IP. M.Pd. saat memindahkan bibit lele ke bak penampungan. Selain ikan lele, SMAN 2 Batu juga mengembangkan budidaya ikan nila dan mujaer.

Bahkan, ia mengakui jika saat ini SMAN 2 Batu sudah memiliki 21 jenis tanaman yang sudah berbuah, seperti buah nangka, pisang, pepaya, mangga, dan anggur. Selain itu juga ada apotek hidup, tanaman kemiri, dan daun salam. Tinggal sayuran yang belum ada.

Dijelaskan, program SIKAP dinilai juga bisa menumbuhkan jiwa kewirausahaan setiap siswa, terutama dalam hal budidaya tanaman dan perikanan.

“Sekali lagi program Ini adalah langkah yang sangat positif agar siswa punya kepedulian bahwa pangan itu tidak harus bergantung kepada orang lain, tetapi bisa ditempuh dengan kemadiriaan. Yang jelas, kami siap menjadi bagian dari sekolah yang ikut andil dalam menjaga ketahanan pangan,” tandasnya.

Terkait dengan pemeliharaan tanaman maupun ikan yang sudah ditebar, Wartono menyerahkan sepenuhnya kepada siswa. Menurutnya, guru hanya sebagai fasilitator dan pengawas.

“Yang merawat dan memanen hasilnya nanti adalah siswa. Sekolah hanya memberikan benih dan tempat, sedangkan hasilnya biar diambil siswa sendiri,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Program Adiwiyata SMAN 2 Batu, Wiwik Sugiarti, M.Pd berharap, setelah program SIKAP ini berjalan, serta dalam rangka memberikan pengalaman belajar kepada siswa, maka untuk pemeliharaan tanaman akan diserahkan langsung kepada siswa.

“Ya, ke depannya kami berharap siswa di setiap kelas yang sudah menanam tanaman sayur diberikan tanggung jawab untuk merawat tanamannya sendiri. Jika sudah panen nantinya, mereka juga bertanggungjawab untuk menggantinya dengan tanaman yang baru,” harapnya. (Pewarta: Agus Salimullah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *