Gandeng DLH Kota Batu, Siswa SMAN 2 Batu Buat Biopori di Lingkungan Sekolah

KOTA BATU, SMAN 2 BATU- Dalam rangka mengurangi genangan air yang berada di lapangan hijau SMA 2 Batu, siswa SMAN 2 Batu yang menempun mata pelajaran Geografi kelas XI dan siswa Kader Adiwiyata Pokja Konservasi Air melakukan kegiatan pembuatan biopori dengan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Selasa (14/10/25).

Koordinator Program Adiwiyata SMAN 2 Batu, Wiwik Sugiarti, M.Pd. mengungkapkan, tujuan pembuatan biopori ini untuk mengajak siswa peduli lingkungan, yaitu dengan menahan air ketika hujan agar tidak terjadi genangan. Serta aliran permukaan yang terlalu cepat menjadikan banjir. Selain itu juga berperan meresapkan air ke dalam tanah, sehingga menambah jumlah air tanah.
Dijelaskan, dengan membuat lubang resapan biopori, dapat membantu air untuk segera masuk ke dalam tanah.
Hal ini tentu akan membuat kapasitas tanah untuk menampung air menjadi meningkat. Bahkan, lubang resapan biopori ini mampu meningkatkan luas bidang resapan menjadi 40 kali lipat.

Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan anak-anak sangat bersemangat. Mereka telah didampingi guru pembina Mata Pelajaran Geografi sekaligus Tim Adiwiyata Pokja Konservasi Air, Ibu Gunarti, serta ada pendampingan khusus dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu,” ujar Wiwik Sugiarti.

Sementara itu, Ziko Edo Autorindo Atalia, Ketua Kader Adiwiyata SMAN 2 Batu mengungkapkan, biopori yang dibuat anggota kader Adiwiyata bersama siswa yang menempun mata pelajaran Geografu tersebut akan membuat tanah di lapangan hijau bagus karena tidak akan tergenang air. Apalagi saat ini sudah memasuki musim hujan.

“Ya, biar bagus serta tidak kering ataupun gersang. Saya berharap kegiatan ini bisa menambah wawasan teman-teman dalam pembuatan biopori dan bisa mempraktikkannya di lingkungannya masing-masing,” ujar Ziko.

Untuk membuat biopori, buatlah lubang vertikal dengan diamater sekitar 10-15 cm dan kedalaman 80-100 cm menggunakan bor biopori atau linggis. Kemudian masukkan pipa PVC yang sudah dilubangu ke dalam lubang, lalu isi lubang dengan sampah organik seperti sisa daun dan tanaman. Terakhir, tutup lubang dengan penutup berlubang dan tambahkan sampah organik secara berkala untuk menghasilkan kompos.

Sementara, untuk pembuatan biopori di SMAN 02 BATU menggunakan botol bekas air mineral 1500 ml sebagai pengganti paralon. Maka kegiatan ini juga mendukung pemanfaatan botol plastik bekas. (pewarta: Agus Salimullah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *