KOTA BATU, BANGSAONLINE.com
Sedikitnya 10 siswa SMAN 2 Batu yang tergabung di ekskul jurnalistik melakukan praktik lapangan berburu berita di objek wisata Batu Love Garden (Baloga) Kota Batu, Kamis (1/10/26).
Pembina ekskul jurnalistik SMAN 2 Batu, Dr. Agus Salimullah, M.Pd. mengungkapkan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka mempraktikkan ilmu jurnalistik yang sudah mereka peroleh di sekolah.

“Siswa tidak hanya memahami materi jurnalistik di kelas, melainkan juga bisa mempraktikkannya secara langsung di lapangan. Siswa harus tahu bagaimana para jurnalis bekerja mencari dan menulis berita,” ujar Agus Salimullah yang juga jurnalis Harian Bangsa dan bangsaonline.com.
Dalam kegiatan praktik berburu berita ini, siswa melakukan wawancara dengan pihak manajemen dan membuat vlog liputan. Selain itu mereka juga mengeksplor berbagai wahana di dalam Baloga.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan siswa, pihak Baloga mengungkapkan bahwa setelah sukses membuka wahana edukasi seperti pengolahan mintak
atsiri, tanam bunga , tanam padi, tanam strawberry, hidroponik , pengolahan coklat , kolase , tie die, dan pembuatan ice cream, di bulan Oktober ini Batu Love Garden (Baloga) akan melaunching edukasi terbaru yaitu pengolahan keripik buah,sayur, dan pembuatan minuman sehat dari tanaman.

“Ya, kami berharap dengan adanya wahana edukasi pengolahan kripik dan minuman sehat ini siswa SMK bisa berkunjung sebagai kunjungan industri di pengolahan kripik buah dan sayur di Baloga. Selain siswa, wahana edukasi ini juga berlaku bagi masyarakat umum, termasuk mahasiswa, ibu-ibu PKK, ” ujar Ovilia Rahmawati, superviaor edukasi Baloga, Kamis (1/10/26).
Dijelaskan, jenis buah yang bisa dijadikan kripik diantaranya strawberry, apel, sayur, kentang, wortel, dan brokoli. Bagi pengunjung yang akan praktik langsung harus
reservasi terlebih dahulu dengan paket edukasi Rp 25 ribu.
Sementara itu, Isa Mei Wahyuni, Direktur Baloga mengungkapkan, untuk program edukasi pengolahan keripik buah dan sayur serta minuman yang rencananya dilaunching Oktober ini, pihaknya optimistis program tersebut akan menjadi salah satu kegiatan yang menarik. Pasalnya, pengunjung nantinya bisa melihat dan belajar secara langsung bagaimana hasil pertanian dapat diolah menjadi produk yang lebih menarik dan memiliki nilai tambah.
“Kami berharap, melalui program ini masyarakat semakin mengenal potensi hasil pertanian lokal. Anak-anak juga bisa belajar bahwa dari bahan-bahan yang sederhana di sekitar kita ternyata bisa dihasilkan berbagai produk yang kreatif dan bernilai ekonomi. Jadi, konsepnya bukan sekadar melihat, tetapi pengunjung mendapatkan pengalaman belajar yang bisa dibawa pulang,” ungkapnya.
Sedangkan untuk menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Baloga akan menghadirkan sesuatu yang lebih menarik bagi pengunjung. Diakui, pihaknya sedang menyiapkan beberapa pengembangan dan aktivitas baru yang nantinya diharapkan bisa menambah pengalaman pengunjung, bukan hanya dari sisi rekreasi, tetapi juga edukasinya.
“Kami ingin Baloga menjadi tempat yang tidak hanya dikunjungi untuk berwisata, tetapi juga memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi keluarga, terutama anak-anak,” pungkasnya. (Gus Lim)
