Batu, 22 Oktober 2026 — Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMA Negeri 2 Batu menyelenggarakan Sidang Pleno pada Kamis (22/10/2026) di aula SMA Negeri 2 Batu. Kegiatan ini menjadi forum evaluasi dan perencanaan organisasi melalui pemaparan laporan pertanggungjawaban serta program kerja seluruh ketua organisasi kokurikuler SMA Negeri 2 Batu. Sidang pleno tersebut mengusung tema “Collaborative Leadership: Together Building a Stronger School Community” yang menekankan pentingnya kepemimpinan kolaboratif dalam membangun komunitas sekolah yang lebih kuat.
Sidang pleno diikuti oleh para ketua organisasi kokurikuler SMA Negeri 2 Batu sebagai peserta utama. Dalam forum tersebut, setiap ketua organisasi menyampaikan laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan organisasi serta memaparkan program kerja yang direncanakan. Penyampaian laporan ini menjadi bentuk transparansi dan akuntabilitas kepengurusan, sekaligus sarana untuk mengevaluasi pelaksanaan program yang telah berjalan.

Pemaparan laporan pertanggungjawaban memberikan kesempatan bagi setiap organisasi untuk meninjau capaian kegiatan, mengidentifikasi kendala, serta merumuskan langkah perbaikan bagi kepengurusan selanjutnya. Sementara itu, penyampaian program kerja menjadi bagian penting dalam menyelaraskan arah kegiatan organisasi dengan kebutuhan siswa dan tujuan pengembangan karakter di lingkungan sekolah.
Melalui sidang pleno ini, MPK berperan sebagai wadah representasi siswa dalam mendorong tata kelola organisasi yang tertib, terbuka, dan bertanggung jawab. Forum tersebut juga menjadi ruang bagi para ketua organisasi kokurikuler untuk membangun komunikasi, bertukar gagasan, serta memperkuat koordinasi ant organisasi. Semangat kolaborasi yang diusung diharapkan mampu mendorong setiap organisasi untuk tidak hanya berfokus pada program masing-masing, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung kegiatan dan kemajuan sekolah secara bersama-sama.

Pelaksanaan Sidang Pleno MPK SMA Negeri 2 Batu diharapkan dapat memperkuat budaya organisasi yang demokratis, partisipatif, dan berorientasi pada kemajuan bersama. Sejalan dengan tema yang diangkat, kepemimpinan kolaboratif menjadi landasan bagi para pengurus organisasi kokurikuler untuk membangun sinergi, meningkatkan tanggung jawab, serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih solid, aktif, dan inspiratif.
