
Ketua PGRI Kota Batu (dua dari kiri), Budi Prasetyo, S.Pd, saat membuka acara mentoring bagi 20 finalis di SMPN 3 Batu.
KOTA BATU- Agus Salimullah, M.Pd., guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Batu berhasil meraih juara 2 dalam ajang Anugerah Guru Prima (AGP) 2025 tingkat Kota Batu yang diadakan PGRI Kota Batu. Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, untuk jenjang guru SMA/SMK/MA, juara 1 diraih Mochammad Ridwan, S.Pd. dari SMKN 1 Batu, juara 2 diraih Agus Salimulla, M.Pd. dari SMAN 2 Batu, juara 3 Budi Siswanto, S.Pd, guru SMKN 3 Batu, juara harapan 1 Meita Rahima Pribawani, S.Pd, dari SMK 17 Agustus Batu, dan juara harapan 2 diraih Moh. Saifudin Zuhri, S.Pd. dari SMKN 3 Batu.
Tema AGP 2025 Kota Batu yakni “Transformasi Digital menuju Pembelajaran Mendalam”. Dalam ajang AGP 2025, para peserta diminta membuat karya tulis hasil inovasi berupa best practice kerangka STAR (Situasi, Tantangan, Aksi, dan Refleksi). Kemudian karya tulis tersebut diseleksi oleh dewan juri. Selanjutnya, 20 finalis diberikan pendampingan untuk melakukan perbaikan naskah dan ditentukan pemenangnya.
Dalam ajang ini, Agus Salimullah membuat best practice berjudul “Penerapan Model Experiential Learning untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Murid pada Materi Teks Laporan Hasil Observasi Kelas X SMAN 2 Batu”.Model pembelajaran experiential learning diperkenalkan oleh David Kolb. Model ini merupakan proses pembelajaran yang melibatkan pengalaman langsung, refleksi, penalaran, dan penerapan. Model ini memungkinkan murid terlibat dalam aktivitas yang menyenangkan sambil belajar tentang lingkungan mereka, keterampilan sosial, dan konsep-konsep dasar. Murid tidak hanya duduk mendengarkan guru, tetapi aktif terlibat dalam aktivitas yang memungkinkan mereka untuk menyentuh, merasakan, melakukan, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Pendekatan ini juga memungkinkan meningkatkan keterampilan berpikir kritis murid, sebab mereka bisa belajar dari pengalaman pribadi, membuat pembelajaran akan lebih menyenangkan dan nyaman. Pendekatan pembelajaran ini membuat siswa bisa belajar secara menyeluruh, meliputi aspek kognitif, afektif, dan emosional dari proses pembelajaran.

Para finalis dari berbagai sekolah di Kota Batu saat menerima pembekalan penulisan best practice di SMPN 3 Batu.
AGP 2025 diikuti 80 peserta dari jenjang RA/TK, SD, SMP, SMA/SMK/MA se-Kota Batu. Setelah dilaksukan seleksi naskah best practice yang dikirim oleh peserta, terjaring sebanyak 20 guru. Masing-masing jenjang dipilih 5 finalis.
Ketua PGRI Kota Batu,Budi Prasetyo, S.Pd, mengungkapkan, dari 3600 guru di Kota Batu, yang mendaftar hanya 80 guru. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada guru yang sudah mendaftar. Menurutnya, para peserta adalah guru-guru pembelajar karena mereka mau melewati berbagai tantangan.

Model pembelajaran experiential learning merupakan proses pembelajaran yang melibatkan pengalaman langsung murid. Murid tidak hanya duduk mendengarkan guru, tetapi aktif terlibat dalam aktivitas yang memungkinkan mereka untuk menyentuh, merasakan, melakukan, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Foto di atas menunjukkan seorang siswa rela masuk aliran air demi mencari kepiting darat untuk mereka observasi.
Diungkapkan, AGP merupakan agenda tahunan PGRI Kota Batu. Tujuan diselenggarakannya AGP untuk memotivasi guru agar senantiasa meningkatkan kompetensi diri, meng-update dan meng-upgrade diri sehingga jadi guru yang diidam- idamkan dan dirindukan oleh murid. Selain itu, seorang guru juga diharapkan menjadi guru yang inovatif dan inspiratif. (*)
